Nabi Ibrahim Sebagai Teladan Muslim

Contoh orang Islam yang sesungguhnya ialah yang hanya menghadap kepada Allah dan berpaling dari lainnya, tidak menyekutukan kepada-Nya, dhahir dan bathin 1000% ialah Nabi Ibrahim a.s. dan pengikutnya, serta Nabi Muhammad Saw. Beserta orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Surat Mumtahanah ayat 4-5: “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah.” (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali”. “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Sungguh jelas dalam ayat ini kita diperintahkan mencontoh dan mengikuti Nabi Ibrahim.

Surat Ali Imran ayat 67: “Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.”

Surat Ali Imran ayat 68: “Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman”

Sesungguhnya Nabi Ibrahim itu menurut perintah dan menyerah hanya kepada Allah, serta beliau memberi wasiat kepada putranya, supaya sungguh-sungguh menyerahkan diri kepada Allah, dan beliau mengharap kepada anak cucunya hendaklah menjadi orang yang selalu menyerahkan diri kepada Allah.

Surat Al Baqarah ayat 131-132: “Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.”

Surat Al Baqarah ayat 128: “Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang menyerahkan diri kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang menyerahkan diri kepada Engkau…”

Kita manusia apabila mempergunakan akal fikiran kita untuk memikirkan tentang kebenaran alam dan mempebandingkannya dengan keadaan diri sendiri secara berulang-ulang, tentu akhirnya juga mengakui akan adanya kekuasaan yang ghaib, dan seterusnya mengakui bahwa hanya Allah sendirilah Yang Maha Kuasa, Yang Bijaksana, Yang Maha Murah, belas kasihan kepada hamba-Nya, kemudian akhirnya menyembah kepada Allah dan dapat menyerahkan diri dengan sungguh-sungguh kepada-Nya.

Dan apabila telah menyerah dengan sungguh-sungguh tentu akan menerima ujian, apakah betul menyerahkan diri kepada Allah? Beranikah menyerahkan diri kepada Allah?

Cobalah fikirkan riwayat Nabi Ibrahim a.s. yang telah menyerahkan diri kepada Allah, lalu diuji oleh Allah dengan ujian yang sangat berat; ialah diperintah untuk menyembelih putra yang sangat dicintainya.

Surat Shoffat ayat 102: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.”

Demikianlah ibrahim sebelum menjalani ujian menyembelih putranya, sudah diuji dengan menjalankan perintah Allah untuk mencegah kemungkaran (menyembah berhala), maka setelah beliau menjalani ujian ini, beliau mendapatkan ujian lagi yaitu akan dibunuh dan dibakar dalam api oleh raja Namrut.

Surat Al Ankabut ayat 24: “Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim, selain mengatakan: “Bunuhlah atau bakarlah dia”, lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman.”

Surat Ali Imran ayat 142: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.”

 

Nabi Ibrahim a.s. setelah sabar dan kuat menerima beberapa ujian yang berat-berat sebagai tanda bukti ketaatan beliau menjalankan perintah Allah, maka Nabi Ibrahim diangkat menjadi Pemimpin agung manusia.

Surat Al Baqarah ayat 124: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.” Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.”

Sumber: Pelajaran KH Ahmad Dahlan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>